
Nama : Renny damayanti
NPM : 07410655
Dipengaruhi Sinetron
“Orang terhadap televisi sudah tidak hanya melihat atau menonton lagi, tapi sudah terlibat di dalamnya”.
Pernyataan itu menguatkan pengaruh layar kaca dalam kehidupan penontonnya. So pasti, separuh hidup memang dibenamkan dalam tayangan-tayangan yang membuai imaji, ilusi dan impresi. Hidup kita akan gelisah tanpa “si kotak ajaib” ini, pasalnya ia bisa menghibur dan menyebarkan banyak informasi. Program-programnya juga mengantar ke alam antah berantah yang tidak pernah bisa disentuh.
Liat saja “Planet animal” yang menceritakan alam liar. Gerak-gerik hewan buas yang tidak kenal kompromi. Ini memang sengaja dihadirkan televisi hanya untuk meraih rating yang tinggi.
Target ini juga diinginkan oleh film-film sinetron tanpa melihat dampaknya yang luas dan dalam bagi generasi bangsa ini. Seperti memberikan gambaran bahwa remaja-remaja sekolah yang bergaya hidup glamour, stylist, modis, yang tentunya konsumtif, snob dan hedonis.
Selain sinetron glamour, kekerasan seperti pembunuhan, perkelahian, perkosaan, pelecehan seksual, dan sejenisnya yang mengandung adegan-adegan antisosial, selalu menghantui. Remaja masih terlalu dini dan labil untuk mengkonsumsi acara seperti ini. Potensi tinggi melakukan peniruan terhadap adegan-adegan seperti ini pasti melekat di benak mereka.
Adegan-adegan kekerasan, yang tersaji di layar kaca akhir-akhir ini tampaknya mengeksploitasi ketegangan dan kenggerian penonton. Misalnya berita kriminal yang sering nampang di layar tivi. Menyiarkan tragedi memilukan tentang seorang siswa kelas 2 SMA yang babak belur, bahkan bagian mulutnya robek akibat “dikroyok” oleh 36 orang kakak kelasnya gara-gara melewati lorong atau jalan di sekolahnya yang dilarang bagi adik-adik kelas 1 dan 2, dikarenakan lorong atau jalan tersebut dinamakan Jalur Gaza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar